Selasa, 25 November 2014

Menentukan BTU Ruangan

Banyak dari kita sering mengabaikan luas ruangan dengan tingkat kebutuhan AC. Karena kita pikir tempatnya kecil, maka cukup hanya 1/2PK, atau sebaliknya, karena tempatnya besar, maka kita kasih 2PK. Kita pikir sudah lebih berhemat membeli satu AC dari pada 2AC Jangan sampai AC yang Anda beli terlalu besar alias pemborosan atau terlalu kecil alias kurang dingin. Ada rumus sederhana yang bisa kita manfaatkan.

Rumusnya:

(L x W x H x I x E) / 60 = kebutuhan BTU
L  =  Panjang Ruang (dalam feet)
W =  Lebar Ruang (dalam feet)
I   =  Nilai 10 jika ruang berinsulasi (berada di lantai bawah, atau berhimpit dengan ruang lain).
        Nilai 18 jika ruang tidak berinsulasi (di lantai atas).
H  =  Tinggi Ruang (dalam feet)
E  =  Nilai 16 jika dinding terpanjang menghadap utara; nilai 17 jika menghadap timur;
        Nilai 18 jika menghadap selatan; dan nilai 20 jika menghadap barat.

1 Meter =  3,28 Feet

Kapasitas AC berdasarkan PK:
AC ½ PK    =  ±  5.000 BTU/h
AC ¾ PK    =  ±  7.000 BTU/h
AC 1 PK     =  ±  9.000 BTU/h
AC 1½ PK  =  ±12.000 BTU/h
AC 2 PK     =  ±18.000 BTU/h

Contoh Perhitungan:
Ruang berukuran 5m x 5m atau (16 kaki x 16 kaki), tinggi ruangan 3m (10 kaki) berinsulasi (berhimpit dg ruangan lain), dinding panjang menghadap ke timur. Kebutuhan BTU = (16 x 16 x 10 x 10 x 17) / 60 = 7.253 BTU alias cukup dengan AC ¾ PK.

Lalu apa sebenarnya BTU itu? kok sales dan service AC sering ngomongin itu ?
BTU adalah singkatan dari British Thermal Unit merupakan satuan energi yang digunakan di Amerika Serikat yang biasanya di definisikan per jam, menjadi satuan BTU/hour. Satuan ini juga masih sering dijumpai di Britania Raya pada sistem pemanas dan pendingin lama. Sekarang ini satuan ini mulai digantikan dengan satuan energi dari unit SI, yaitu Joule (J). 
1 BTU/hour adalah energi yang dibutuhkan untuk memanaskan atau mendinginkan air sebanyak 1 galon air (1 pound – sekitar 454 gram) agar temperaturnya naik atau turun sebesar 1 derajat fahrenheit dalam 1 jam. Hubungannya dengan AC, BTU menyatakan kemampuan mengurangi panas / mendinginkan ruangan dengan luas dan kondisi tertentu selama satu jam.

Orang awam sering menyebut kekuatan AC itu dengan PK, sebenarnya yang diperlukan adalah satuan input dan output : input nya berapa Watt dan outputnya berapa BTU/hour.
Lalu apa yang dimaksud dengan PK ? kok ada 1/2 PK, 3/4 PK, 1 PK, 2 PK dst ?
PK adalah singkatan dari bahasa Belanda “Paardekracht” yang artinya tenaga kuda, atau bahasa Inggrisnya adalah HP (horse power).
1 PK = 735.5 watt / jam = 0.986 hp.
Jika ada AC 1 PK, itu artinya adalah : tenaga listrik yang digunakan kompresor AC adalah sekitar 735,5 watt (ada juga yang bilang 750 watt) dalam 1 jam.  Tapi itu belum ditambah rugi daya, kipas pendingin indoor maupun outdoor. Terkadang AC 1 PK bisa menyedot listrik sekitar 1 KWh bahkan lebih.
Kenapa ruangan ber-AC harus tertutup dan tidak boleh ada yang merokok ?
Agar suhu yang diinginkan tercapai, maka volume udara diruang yg akan didinginkan haruslah tetap.
Sirkulasi udara dalam ruang ber-AC sangatlah lambat, sehingga racun rokok bisa semakin menumpuk.
Kenapa harus memperhitungkan BTU dengan tepat ?
Jika BTU butuh 4000, lalu Anda menggunakan AC 1 PK, maka ruangan akan cepat dingin tapi sekaligus akan terjadi pemborosan listrik. Semakin besar PK, semakin besar kebutuhan listriknya. Demikian pula sebaliknya, jika BTU butuh 9000 tapi Anda menggunakan AC 1/2 PK, maka AC akan lama untuk mencapai suhu yang diinginkan.
Sebelumnya perlu kita ketahui terlebih dahulu beberapa satuan yang digunakan untuk menentukan PK AC
  • BTU = British Thermal Unit per hour.
  • PK = Paard kracht / Horse Power (HP) / daya kuda.
  • feet = kaki = satuan panjang
  • 1 PK = 9000 s/d 10000 BTU/h
  • 1 m2 = 600 BTU/h
  • 3m = 10 kaki
  • 1m = 3,33 kaki
Perlu kita ketahui juga berapa nilai daya pendingin AC berdasarkan PK, karena dipasaran banyak memakai standar PK ini
  • AC 2 PK = +/- 18000 BTU/h
  • AC ½ PK = +/- 12000 BTU/h
  • AC 1 PK = +/- 9000 BTU/h
  • AC ¾ PK= +/- 7000 BTU/h
  • AC ½ PK = +/- 5000 BTU/h

Contoh perhitungan kebutuhan AC
Misalnya kita akan memasang AC pada ruangan yang berukuran lebar 3 m ( 10 kaki), panjangnya 6 m (20 kaki), tinggi ruanya adalah 3m (10 kaki), ruangan tidak berinsulasi, dan dinding yang paling panjang menghadap ke selatan. berapa total kebutuhan AC? mari kita hitung bersama
Rumusnya BTU= (P x T x I x L X E ) / 60
  • BTU = ( 10 feet x 20 feet x 18 x 10 feet x 18)/60 = 10.800 BTU/h, jadi bisa menggunakan AC 1 PK.
Demikian contoh sederhana untuk menentukan PK AC yang cocok untuk dipakai dalam suatu ruangan, silahkan dihitung dengan cermat agar bisa mendapatkan jenis AC yang pas agar ruangan menjadi nyaman dan listriknya tidak boros

Salah satu hal yang sering menjadi pertanyaan saat kita memutuskan akan menggunakan air conditioner adalah bagaimana cara mengetahui PK AC yang sesuai dengan ruangan kita? Hal ini perlu mendapat perhatian karena hubungannya dengan besaran pemakaian listrik yang harus kita bayar tiap bulannya. Unit air conditioner yang terlalu besar dibanding luas ruangan akan membuat pemakaian listrik menjadi boros, begitu juga dengan unit air conditioner yang terlalu kecil. Unit air conditioner yang terlalu kecil dibanding luas ruangan akan membutuhkan waktu yang lama untuk mendinginkan ruangan, hal ini tentu juga membuat tagihan listrik menjadi besar.
Ada 3 faktor yang perlu diperhatikan pada saat menentukan kebutuhan PK AC, yakni daya pendinginan AC (BTU/hr – British Thermal Unit per hour), daya listrik (watt), dan PK compressor AC. Sebagian dari kita mungkin lebih mengenal angka PK (Paard Kracht/Daya Kuda/Horse Power (HP)) pada AC. Sebenarnya PK itu adalah satuan daya pada compressor AC bukan daya pendingin AC. Namun PK lebih dikenal ketimbang BTU/hr di masyarakat awam. Lalu bagaimana cara menghitung dan menyesuaikan daya pendingin air conditioner dengan ruangan Anda? Untuk menyiasatinya, maka kita konversi dulu PK – BTU/hr – luas ruangan (m2).
1 PK = 9.000-10.000 BTU/h
1 m2 = 600 BTU/hr
3 mx = 10 kaki —> 1 m = 3.33 kaki
Daya Pendingin AC berdasarkan PK AC :
BTU/hr
PK
±5.000
± 7.000
± 9.000
±12.000
±18.000
½
¾
1
2
Untuk menghitung kebutuhan BTU digunakan rumus:
(W x H x I x L x E) / 60 = kebutuhan BTU
W
=
panjang ruang (dalam feet)
H
=
tinggi ruang (dalam feet)
I
=
nilai 10 jika ruang berinsulasi (berada di lantai bawah, atau berhimpit dengan ruang

lain). Nilai 18 jika ruang tidak berinsulasi (di lantai atas).
L
=
lebar ruang (dalam feet)
E
=
nilai 16 jika dinding terpanjang menghadap utara; nilai 17 jika menghadap timur;


nilai 18 jika menghadap selatan; dan nilai 20 jika menghadap barat.
Contoh :
Ruang berukuran 3mx6m atau (10 kaki x 20 kaki), tinggi ruangan 3m (10 kaki) tidak berinsulasi, dinding panjang menghadap ke timur. Kebutuhan BTU = (10 x 20 x 18 x 10 x 17) / 60 = 10.200 BTU alias cukup dengan AC 1 PK.
Agar air conditioner memberikan hasil yang maksimal dalam menyediakan udara yang segar berikut beberapa tips yang dapat dilakukan:
  • Sesuaikan ukuran ruangan dengan kapasitas air conditioner.
  • Jangan diletakkan tepat di depan pintu, karena udara akan lebih mudah keluar ke ruangan lain.
  • Jangan letakkan air conditioner terlalu dekat dengan atap. Air conditioner mengambil udara dari atas, maka bila terlalu dekat dengan plafon, ruang yang sempit menyebabkan udara yang masuk tidak maksimal.
  • Cuci filter air conditioner 1 bulan sekali.
Lakukan pencucian evaporator AC 3 bulan sekali.

Kamis, 16 Januari 2014

Siklus Refrigerasi

Dasar pemahaman dari siklus refrigerasi adalah sebuah sistem yang dikenal sebagai sistem kompresi uap/gas (vapor compression). Sebuah skema dari sistem kompresi uap ditunjukan pada gambar dibawah. Sistem ini terdiri dari sebuah kompresor, sebuah kondenser, sebuah “expansion device” dan sebuah evaporator. “Compressor-delivery head”, “discharge line”, “kondenser” dan “liquid line” membentuk sisi jalur tekanan tinggi (high-pressure side) dari sistem ini. “Expansion line”, “evaporator”, “suction line” dan “compressor-suction head” membentuk sisi jalur tekanan rendah (low-pressure side) dari sistem ini.
Vapor Compression System Schematic. B Refrigerasi Cycle on Pressure-Enthalpy Diagram.
Gambar diatas menggambarkan diagram p-h “Pressure – Enthalpy” dari siklus refrigerasi (refrigeration cycle). Sumbu y menunjukkan tekanan dan sumbu x menunjukan enthalpy.
Diagram p-h ini adalah alat yang paling umum digunakan dalam menganalisa dan melakukan perhitungan kalor, usaha dan perpindahan energi dalam suatu siklus refrigerasi. Sebuah siklus refrigerasi tunggal terdiri dari daerah bertekanan tinggi (high side) dan daerah bertekanan rendah (low side). Perubahan dari tekanan dapat dilihat dengan jelas pada diagram p-h ini. Juga kalor dan perpindahan energi dapat dihitung sebagai perubahan “enthalpy” yang tergambar dengan jelas pada diagram p-h tersebut.
Garis konstan pada diagram pressure-enthalpy
Garis konstan pada diagram pressure-enthalpy
• Garis proses kompresi digambarkan sejajar dengan garis entropy konstan.
• Garis proses kondensasi digambarkan sejajar dengan garis tekanan konstan.
• Garis proses ekspansi digambarkan sejajar dengan garis enthalpy konstan.
• Garis proses evaporasi digambarkan sejajar dengan garis tekanan konstan.
Kondisi refrigerant direpresentasikan pada diagram pressure-enthalpy
• Kompresor: Refrigerant gas bertekanan rendah dikompresikan menjadi refrigerant gas bertekanan tinggi dengan bantuan daya dari luar sistem (input power).
• Kondenser: Refrigerant gas bertekanan tinggi dirubah menjadi refrigerant cair dengan tekanan tetap tinggi dengan cara membuang kalor ke lingkungan sekitarnya.
• Ekspansi: Refrigerant cair bertekanan tinggi diturunkan tekanannya dengan bentuk refrigerant menjadi cairan yang bercampur dengan sedikit gas. (Gelembung gas terjadi karena adanya penurunan tekanan).
• Evaporator: Refrigerant cair dirubah menjadi gas/uap dengan cara menyerap kalor dari ruang yang dikondisikan.
• Refrigerant gas/uap kemudian dihisap oleh Kompresor dan disirkulasikan kembali.
Penjelasan Siklus Refrigerasi:
A-B : Un-useful superheat (kenaikan temperatur yg menambah beban kompresor) Sebisa mungkin dihindari kontak langsung antara pipa dan udara sekitarnya dgn cara menginsulasi pipa suction.
B-C : proses kompresi (gas refrigerant bertekanan dan temperatur rendah dinaikkan tekanannya sehingga temperaturnya lebih tinggi dari media pendingin di kondenser. Pada proses kompresi ini refrigerant mengalami superheat yg sangat tinggi.
C-D : Proses de-superheating (temperatur refrigerant mengalami pemurunan, tetapi tdk mengalami perubahan wujud, refrigerant masih dalam bentuk gas)
D-E : Proses kondensasi (terjadi perubahan wujud refrigerant dari gas menjadi cair tanpa merubah temperaturnya.
E-F : Proses sub-cooling di kondenser ( refrigerant yg sudah dalam bentuk cair masih membuang kalor ke udara sekitar sehingga mengalami penurunan temperatur). Sangat berguna untuk memastikan refrigerant dalam keadaan cair sempurna.
F-G : Proses sub-cooling di pipa liquid (Refrigerant cair masih mengalami penurunan temperatur karena temperaturnya masih diatas temperatur udara sekitar). Pipa liquid line tdk diinsulasi, agar terjadi perpindahan kalor ke udara, tujuannya untuk menambah kapasitas refrigerasi. (Note: dalam beberapa kasus ..pipa liquid harus diinsulasi…nanti dijelaskan dalam pembahasan khusus)
G-H : Proses ekspansi/penurunan tekanan (Refrigerant dalam bentuk cair diturunkan tekanannya sehingga temperatur saturasinya berada dibawah temperatur ruangan yg didinginkan, tujuannya agar refrigerant cair mudah menguap di evaporator dgn cara menyerap kalor dari udara yg dilewatkan ke evaporator)
Terjadi perubahan wujud refrigerant dari cair menjadi bubble gas sekitar 23% karena penurunan tekanan ini. Jadi refrigerant yg keluar dari katup ekspansi / masuk ke Evaporator dalam bentuk campuran sekitar 77% cairan dan 23% bubble gas.
H-I : Proses evaporasi (refrigerant yg bertemperatur rendah menyerap kalor dari udara yg dilewatkan ke evaporator. Terjadi perubahan wujud refrigerant dari cair menjadi gas. Terjadi juga penurunan temperatur udara keluar dari evaporator karena kalor dari udara diserap oleh refrigerant)
I-A : Proses superheat di evaporator: Gas refrigerant bertemperatur rendah masih menyerap kalor dari udara karena temperaturnya yg masih dibawah temperatur udara. Temperatur refrigerant mengalami kenaikan). Superheat ini bergua untuk memastikan refrigerant dalam bentuk gas sempurna sebelum masuk ke Kompresor.


Selasa, 14 Januari 2014

Memperbaiki AC Windows Yang Berisik

Suara berisik dan bising dari AC (Air Conditioner) jenis Windows menjadi masalah. Meskipun jenis AC Windows telah jarang digunakan namun tidak ada salahnya bila kami coba ulas karena pada dasarnya Jenis AC Windows dan AC Split bahkan AC Portable permasalahan dan sistem yang digunakan tidaklah jauh berbeda.
Berisik dan bising dari AC (Air Conditioner) jenis Windows dapat menjadi masalah besar terutama jika AC (Air Conditioner) unit terletak di kamar tidur. Suara dapat dengan mudah diisolasi dan diperbaiki oleh pengguna pada umumnya. Namun ada beberapa masalah yang akan membutuhkan layanan teknisi profesional berkualitas, berikut adalah masalah yang paling umum terjadi :
Masalah 1:
Pastikan posisi dan penguat tahanan dari AC aman dan kuat untuk menahan beban keselurahan. Gunakan sekrup penguat untuk menahan Jendela pada unit AC. Kebanyakan pendingin udara / AC (Air Conditioner) jenis Windows memiliki tempat untuk melampirkannya dengan sekrup untuk mengamankan Jendela AC. Hal ini akan menguatkan body AC dan alat lainya ketika Getaran terjadi ketika mesin AC di gunakan. Kebisingan dapat pula terjadi karena Kaca Jendela longgar anda dapat mencoba memperbaikinya dengan re-glazing kaca ke frame.
Masalah 2:
Memeriksa cover depan untuk memastikan cover kuat/kokoh dan tidak longgar. cover depan dapat menjadi berisik jika tidak menancap dengan benar.
Masalah 3:
Filter Udara ketika kotor dapat menyebabkan terganggunya sistem yang dapat menyebabkan pembekuan. Ketika terjadi pembekuan akan membuat Kipas AC bermasalah dan jelas ini dapat memicu suara berisik.
Masalah 4:
Memeriksa kipas yang terletak di dalam unit AC. Pastikan kipas berputar secara bebas tanpa membentur sisi unit. Putarlah kipas dengan tangan dan bila berputar bagus dan tidak terhalang apapun atau membentur apapun anda dapat pastikan kipas dalam kondisi baik. Bila kipas seperti seret berputar coba lakukan perbaikan dengan pelumasan.

Masalah Pada AC dan Cara MenanganinyaBeberapa masalah berikut mengkin pernah anda alami dalam menggunakan AC sehari-hari. Berikut ini daftar masalah pda AC dan bagai mana cara mengatasinya dengan tepat dan benar. Mungkin anda juga perlu membaca  tips memilih ac hemat listrik.

Masalah Pada AC dan Cara Menanganinya
§  AC tidak mau menyala sama sekali -> Coba periksa dulu koneksi listrik/power dan jika ada sekering pada stop kontak dan bagian indoor. Apabila semua sudah terhubung dengan baik dan benar tapi AC tidak menyala, penyebap kerusakan ada pada modul /PCB yang terletak pada indoor.
§  Jika AC anda sering mati hidup pada outdoor unitnya kemungkinan penyebap adalah pengaturan suhu yang terlalu tinggi sampai dalam waktu singkat suhu ruangan sudah dapat mencapai suhu yang dikehendaki, sehingga outdoor unit diperintahkan mati oleh sistem. Bisa juga hal tersebut disebapkan karena adanya kerusakan pada sensornya/thermistor.
§  AC tidak bisa dikontrol dari jarak jauh -> coba periksa remote AC anda, mungkin ada kerusakan controller atau sensor.
§  AC terdapat es ditandai dengan adanya gumpalan es pada pipa besar. Untuk pertolongan pertama, bersihkan filter-AC dulu. Seandainya yang terjadi gumpalan es pada pipa kecil, berarti AC rumah anda kekurangan gas Freon.
§  Air pada AC menetes -> hal ini dikarenakan bak drainase AC pada indoor unit sudah tersumbat, bersihkan sumbatan untuk menghilangkan air yang menetes
§  AC dapat hidup tapi sekitar 5 hingga 10 menit listrik turun. Hal tersebut penyebapnya biasanya kompressor AC sudah rusak/tidak bagus sehingga konsumsi listrik semakin lama semakin besar dan melebihi daya listrik dari PLN

Tips Memilih AC Untuk Kamar Tidur
Berikut ini beberapa tips sederhana dari kami untuk membantu anda dalam membeli AC yang sesui untuk kamar tidur anda:
1.     Pililhlah AC jenis split karena tidak menimbulkan suara yang bising
2.     Hitung berapa besar PK yang anda butuhkan untuk menyejukkan kamar tidur, misalnya ruangan anda luasnya 9 meter, berarti membutuhkan AC dengan kapasitas ½ PK, luas ruang 14 meter 1PK, dan untuk ruangan dengan luas 18 meter anda memerlukan AC dengan 1½ PK. Dengan mengetahui kebutuhan PK tentu kita jadi tau seberapa besar AC menjangkau ruangan anda
3.     Setelah mendapat poin 1 dan 2, anda tinggal menentukan Merk AC apa yang ingin di beli. Perhatikan juga besaran wat yang dibutuhkan dari sebuah AC, hal ini bisa digunakan untuk menghitung biaya listrik antinya
4.     Untuk memilih ac hemat energi anda bisa membaca dihalaman ini: Ac hemat energi
5.     Pentingnya peletakan posisi untuk AC. Posisikan Air Condition anda di tempat yang tepat. jauhkan pemasangan AC di depan pintu masuk karena dapat membuat udara lebih mudah keluar ke ruang lainnya. Jangan pula meletakkan AC terlalu rapat ke plafon agar udara dapat berputar secara maksimal
Tips Memilih AC Untuk Kamar Tidur
Selain itu, jika anda telah menemukan merk AC yang tepat untuk kamar tidur jangan lupa untuk rutin memeriksa kondisi penyejuk udara tersebut. Servislah secara berkala tiap 3 bulan sekali agar kinerja AC tetap baik dan mampu memberikan udara yang sejuk dirumah anda.

Tips Memilih AC Hemat Listrik

Sebelum memilih ac yang hemat energi, anda harus tau ukuran luas ruangan yang akan dipasangi oleh AC tersebut. Untuk ruangan dengan luas 9 meter persegi anda membutuhkan AC dengan kapasitas ½ PK, luas ruang 14 meter 1PK, dan untuk ruangan dengan luas 18 meter anda memerlukan AC dengan 1½ PK.
Pilih juga AC hemat energy yag menggunakan refrigerant ramah lingkungan, seperti refrigerant tipe hidrokarbon. Hindari penggunaan AC dengan refrigerant jenis freon karena lebih boros konsumsi listrik 30% dibandingkan AC dengan refrigerant hidrokarbon.

Tips Memilih AC Hemat Energy

Untuk masyarakat perkotaan yang tinggal didaerah yang panas dan berdebu, AC tidak hanya sebagai penyejuk ruangan namun juga dapat berfungsi sebagai pem-Filter udara yang dapat menyaring debu dan kotoran yang berterbangan bebas.
Jika anda mencari AC hemat energy dengan ½ PK, kami menyarankan anda untuk membeli ac dengan merk Panasonic Alowa ½ PK yang terbukti paling hemat energi dan efisien. Namun jika anda memutuskan untuk membeli AC dengan 1PK, kami merekomendasikan anda untuk membeli AC dengan merek LG, disusul merk daikin dan merk Sharp.

Itulah beberapa  tips memilih ac hemat listrik atau energy yang bisa kami informasikan, semua pilihan kembali kepada anda yang menggunakan dan membeli produk yang sesuai dengan ruang dan anggaran yang dimiliki.

MUSICOOL HYDROCARBON REFRIGERANT

MUSICOOL adalah refrigerant dengan bahan dasar hydrocarbon alam dan termasuk dalam kelompok refrigerant ramah lingkungan, dirancang sebagai alternatif pengganti refrigerant sintetic kelompok halokarbon; CFC R-12, HCFC R-22 dan HFC R-134a yang masih memliki potensi merusak alam.
Pemakaian MUSICOOL pada sistem refrigerasi yang sebelumnya menggunakan refrigeran sintetik, tidak memerlukan penggantian komponen maupun pelumas, dengan kata lain bersifat “Drop in Substitute”, karena MUSICOOL tidak memiliki efek terhadap logam, desikan, pelumas, dan elastomer (kecuali elastomer berbahan dasar karet alam).

MUSICOOL telah memenuhi persyaratan teknis sebagai refrigerant yaitu meliputi aspek sifat fisika dan termodinamika, diagram tekanan versus suhu serta uji kinerja pada siklus refrigerasi. Hasil pengujian menunjukan bahwa dengan beban pendingin yang sama,MUSICOOL memiliki keunggulan-keunggulan dibandingkan dengan refrigerant sintetic. diantaranya beberapa parameter memberikan indikasi data lebih kecil, seperti kerapatan bahan (density), rasio tekanan kondensasi terhadap evaporasi dan nilai viskositasnya, sedangkan beberapa parameter lain memberikan indikasi data lebih besar, seperti efek refrigeras, COP, kalor laten dan konduktivitas bahan.

Density/ kerapatan yang lebih kecil menjadikan isi MUSICOOL hanya 30% dari refrigeran lama. Kalor laten dan konduktivitas yang lebih besar, menjadikan jumlah refrigeran yang lebih sedikit.
Viskositas yang lebih kecil menurunkan tekanan aliran sehingga mengurangi rugi tekanan. Nilai ratio tekanan kecil, sehingga menurunkan tenaga pada kompresor.
Efek refrigerasi dan COP yang lebih besar, berarti efisiensi mesin pendingin menjadi lebih baik.
MUSICOOL tidak memiliki pengaruh, apalagi merusak material seperti logam, desikan dan elastomer (kecuali elastomer berbahan dasar karet alam). Hal ini didasarkan hasil analisa dan pengujian labora-torium dan aplikasi di lapangan, demikian pula pelumas yang digunakannya.
Untuk memperoleh kinerja yang lebih baik, dianjurkan menggunakan pelumas dengan viskositas index yang lebih tinggi, hal ini disebabkan oleh sifat MUSICOOL yang bercampur baik dengan pelumas. 

  KEUNGGULAN MUSICOOL
·       Ramah Lingkungan dan Nyaman, MUSICOOL tidak beracun, tidak membentuk gum, nyaman dan
pelepasannya ke alam bebas tidak akan merusak lapisan ozon dan tidak menimbulkan efek pemanasan global.
·       Hemat Energi, MUSICOOL mempunyai sifat termodinamika yang lebih baik sehingga dapat
menghemat pemakaian energy hingga 25% dibanding dengan refrigerant fluorocarbon pada kapasitas mesin pendingin yang sama.
·       Lebih Irit, MUSICOOL memiliki sifat kerapatan yang rendah sehingga hanya memerlukan sekitar
30% dari penggunaan refrigerany fluorocarbon pada kapasitas mesin pendingin yang sama.
·       Pengganti Untuk Semua, MUSICOOL dapat menggantikan refrigerant yang digunakan selama ini
tanpa mengubah atau mengganti komponen maupun pelumas.
·       Memenuhi Persyaratan International, Musicool memenuhi baku mutu internasional dalam
pemakaian maupun implikasi yang menyertainya.

MUSICOOL SEBAGAI REFRIGERANT ALTERNATIF
·       Memiliki Sifat Fisika dan Thermodinamika yang lebih baik
·       Sangat ramah lingkungan, tidak merusak lapisan Ozon dan tidak menimbulkan Efek Rumah Kaca
·       Familiar dengan kehidupan manusia
·       Kompatible terhadap semua mesin pendingin yang biasa menggunakan Refrigeran Sintetis
·       Tidak merusak komponen Mesin AC
·       Tidak perlu penggantian komponen peralatan AC
·       Produk dalam negeri (Pertamina), bahan baku banyak, Supply terjamin, serta Backup teknis tersedia

Refrigerant Hydrocarbon juga sudah mengikuti prosedur keamanan dan keselamatan pada :
British Standard/BS 4434 : 1995 safety and environmental aspect in the design, construction and installation of refrigerating system and appliances.
AS/NZS-1677 : refrigeration and air Conditioning safety for the use of all refrigerant, including hidrocarbons.
Standar Nasional Indonesia (SNI)
SNI 06-6500-2000 : Aturan Keamanan Penggunaan Refrigerant pada Instalasi Tetap.
SNI 06-6511-2000 : Pedoman Keamanan Pengisian, Penyimpanan dan Transportasi Refrigerant Hidrokarbon.
SNI 06-6512-2000 : Pedoman Praktis Pemakaian Refrigerant Hidrokarbon Pada mesin Tata Udara Kendaraan Bermotor.

Datasheet Dan Spesifikasi Musicool Hydrocarbon Refrigerant


Composisition/Information on Ingredients
MC-22
MC-12
MC-134
MC-600
Ethane, % wt
< 0,5
traces
traces 
traces 
Propane, % wt 
> 99,5 
*
**
< 0,3
i- Butane, % wt 
< 0,3
*
**
> 99,5
n-Butane, % wt 
< 0,3 
*
**
< 0,5
Pentane
< 100 ppm 
< 100 ppm
< 100 ppm 
< 0,3% wt
n-Hexane
< 50 ppm
< 50 ppm 
< 50 ppm 
< 50 ppm 
Olefins
< 0,03% wt
< 0,03% wt 
< 0,03% wt 
< 0,03% wt
Water Content 
< 10 ppm
< 10 ppm 
< 10 ppm 
< 10 ppm
Sulphur Content 
< 2 ppm
< 2 ppm 
< 2 ppm 
< 2 ppm








* Propierty Information MC-12
** Propierty Information MC-134

Physical & Chemical Properties
MC-12 / MC-134
Physical State
Gas 
Specific Gravity
0.552
Evaporation Rate 
Fast>1 (1=n-butylacetate) 
Freezing Point
n. av.
pH
n. ap.
Odour & Appearance 
Colorles Gas, Sweet Petroleum odor stench to allow leak detection 
Vapour Pressure 
5.5
Vapour Density
12.56 kg / m3
HS Code
271119
.
MC-22
Physical State
Gas
Specific Gravity
0.529
Evaporation Rate
Fast>1 (1=n-butylacetate)
Freezing Point
-188o C
pH
n. ap.
Odour & Appearance 
Colorles Gas, Sweet Petroleum odor stench to allow leak detection
Vapour Pressure 
9.4860
Vapour Density
20564 kg / m3
HS Code
271112
.
MC-600
Physical State
Gas
Evaporation Rate
Fast>1 (1=n-butylacetate)
pH
n. ap.
Odour & Appearance 
Colorles Gas, Sweet Petroleum odor stench to allow leak detection 
Vapour Pressure 
3.4983
Vapour Density
9.1065 kg / m3
HS Code
271113

Perbandingan Sifat Fisika & Thermodinamika Musicool MC-22 & Freon R-22

 NO 
 PARAMETER
     MC-22
       R-22
 1
 Panas Jenis Cairan Jenuh pd 37,8o C, Kj/Kg 
2,909 
1,325 
 2
 Panas Jenis Uap Jenuh pd 37,8o C, Kj/Kg
2,238 
0,9736 
 3
 Konduktivitas Termal Cairan Jenuh pd 37,8o C, w/m  
0,0868 
0,0778 
 4
 Konduktivitas Termal Uap Jenuh pd 37,8o C, w/m
0,0211 
0,0128 
 5
 Kerapatan Cairan Jenuh pd 37,8o C, (kg/m3)
471,30 
1.138,00 
 6
 Kerapatan Cairan Jenuh pd 37,8o C, (kg/m3)
28,53 
62,46 
 7
 Kerapatan Uap Jenuh pd 37,8o C, (kg/m3)
2,412 
4,705 
 8
 Viskositas Cairan Jenuh pd 37,8o C, (uPa-s)
84,58 
143,10 
 9
 Viskositas Uap Jenuh pd 37,8o C, (uPa-s)
9,263 
13,39 

-  Akibat No. 1 s/d 4  :  MC-22 > R-22  -->  Efek Refrigerasi lebih baik
 Akibat No. 5 s/d 9  :  MC-22 < R-22  -->  Pemakaian Energi lebih kecil                                                                                                                         Kerja Kompresor lebih ringan

   ASPEK TEKNIS MUSICOOL HYDROCARBON REFRIGERANT
   Refrigerant Sintetis Freon

    Dilihat dari Sifat Fisika dan Thermodinamika, refrigerant jenis sintetis memiliki beberapa kelemahan teknis yang       perpengaruh pada kerugian secara ekonomis, antara lain :
·                 Kerapatan (density) dan kekentalan (viscosity) yang cukup tinggi -> menyebabkan Berat Jenis menjadi tinggi.
·                 Berat Jenis yang tinggi berpengaruh terhadap :
1.        Berat (bobot) refrigerant -> menjadi tinggi
2.       Pemakaian refrigerant lebih banyak
3.       Kerja kompresor menjadi lebih berat
4.       Pemakaian energi (listrik/bahan bakar) lebih banyak
·                    Calor Laten yang rendah -> berpengaruh terhadap effek pendinginan
1.        Proses pendinginan lebih lambat
2.       Temperature pada evaporator (udara keluar) relatif kurang dingin
      MUSICOOL Refrigerant
  Keunggulan Musicool secara teknis adalah merupakan kebalikan dari kelemahan teknis yang dimiliki oleh               refrigerant sintetis Freon.
  Dari Sifat Fisika dan Thermodinamika yang dimilikinya, maka refrigerant alamiah Musicool mempunyai kelebihan     dibandingkan dengan refrigerant sintetis Freon, yaitu :
·             Merupakan refrigerant alternatif pengganti refrigerant sintetis
·             Mudah ditangani karena mempunyai tekanan kerja yang sama dengan refrigerant sintetis
·              Dengan kerapatan (density) dan kekentalan (viscosity) yang lebih kecil, maka :
1.        Berat Jenis lebih kecil -> Berat (bobot) refrigerant lebih kecil
2.       Kerja kompresor lebih ringan
3.       Pemakaian energi (listrik) untuk menggerakan kompresor lebih kecil
4.       Karena kerja kompresor lebih ringan, maka umur pemakaian menjadi lebih lama
·                    Dengan sifat thermodinamika yang lebih baik, maka Effek refrigerasi menjadi lebih baik :
1.        Proses pendinginan lebih cepat
2.       Temperatur udara keluaran pada evaporator lebih rendah/dingin
     Keunggulan teknis tersebut diatas berakibat positif pada aspek ekonomi/financial.

ASPEK EKONOMIS MUSICOOL HYDROCARBON REFRIGERANT

Refrigerant Sintetis Freon
Sebagai akibat dari kelemahan teknis sebagaimana disebutkan diatas, maka di lihat dari sisi ekonomis, pemakaian refrigerant sintetis Freon mengakibatkan kerugian, antara lain :
1.     Pemakaian refrigerant lebih banyak -> biaya pemeliharaan (maintenance cost) menjadi tinggi
2.     Kerja kompresor lebih berat -> kompresor cepat rusak -> biaya pemeliharaan (maintenance
          cost) menjadi tinggi
3.     Kerja komproser berat -> umur peralatan lebih pendek -> Biaya Penyusutan lebih besar ->
          replacement lebih cepat -> cashflow terganggu
4.     Pemakaian energi (listrik/bahan bakar) lebih banyak -> Biaya Listrik/bahan bakar tinggi ->
         Biaya operasional tinggi

MUSICOOL Refrigerant
Dengan keunggulan teknis yang dimiliki oleh refrigerant Musicool, maka effeknya terhadap aspek ekonomis cukup besar :
1.     Konsumsi tenaga listrik lebih rendah (turun hingga 25%) -> Biaya pemakaian listrik secara
          otomatis turun dengan angka yang sama
2.     Kerja kompresor lebih ringan -> Biaya pemeliharaan (Maintenance Cost) lebih kecil
3.     Umur pemakaian (life time) lebih lama -> Biaya pemeliharaan lebih kecil -> Biaya Penyusutan
         Aktiva lebih kecil -> Replacement lebih lama -> Cash flow menjadi longgar
4.     Bobot refrigerant yang terpakai lebih ringan (hanya 30%-40% dari bobot refrigerant sintetis),
         maka biaya pemakaian bahan pendingin menjadi lebih rendah


FAKTOR PENYEBAB KEGAGALAN PENGISIAN MUSICOOL PADA MESIN AC
1.     Teknisi kurang memahami Karakteristik Musicool
2.     Perlakuan terhadap Musicool disamakan dengan Refrigeran Sintetis Freon
3.     Cara pengisian mesin kapasitas besar disamakan dengan cara pengisian mesin kapasitas kecil
4.     Teknisi kurang pengalaman dalam proses pengisian Refrigeran Musicool pada mesin kapasitas
         besar
5.     Kurang hati2 dalam menentukan Mesin AC mana yang dapat diretrofit dengan Musicool.

KETERAMPILAN TEKNISI DALAM APLIKASI PENGGUNAAN MUSICOOL
1. JENIS KEGAGALAN
·          Kurang atau tidak dingin
·          Kompresor rusak / bermasalah
2. FAKTOR PENYEBAB
·          Teknisi kurang memahami Karakteristik Musicool
·          Teknisi kurang terampil melakukan Aplikasi
3. Kegagalan bukan disebabkan Musicool tetapi dikarenakan human error

KESALAHAN YANG SERING DILAKUKAN TEKNISI
1.     Teknisi tidak/kurang memahami perbedaan Konstruksi Tabung Kemasan Musicool dengan Freon, perbedaan tabung tersebut berakibat terdapat perbedaan pula pada cara pengisian ke dalam mesin/sistim
2.     Cara memasukan Musicool ke dalam mesin disamakan dengan Freon yang biasanya terlalu cepat dan terburu-buru
3.     Menggunakan ampere pada name plate sebagai patokan pengisian Musicool
4.     Penambahan Refrigeran pada saat pengisian Musicool biasanya terlambat, sehingga Oli naik

INDIKATOR SUKSES KONVERSI FREON DENGAN MUSICOOL
1.     Pemakaian Listrik trurun antara 10% s/d 30%
2.     Efek Refrigeran lebih baik; Temperatur Udara Keluaran pada Indoor/Evap. antara minimal 1° C
3.     Hardwares Unit AC tidak mengalami masalah (kerusakan) baik pada saat pekerjaan Konversi
         atau sesudahnya
4.     Proses pekerjaan Konversi aman (tidak mengalami masalah, baik terhadap Hardwares maupun
         Pelaksana Konversi

SYARAT UNTUK SUKSESNYA PEKERJAAN KONVERSI
1.     Kualitas Refrigeran baik dan/atau telah memenuhi syarat
2.     Proses pekerjaan Konversi & Charging Musicool mengikuti Standard Operating Procedures (SOP) dan Standard Nasional Indonesia (SNI)
3.     Bekerja cermat, teliti, & hati-hati
4.     Teknisi Pelaksana memenuhi syarat trampil :
·  Memahami karakteristik Musicool
·  Memahami perbedaan Refrigeran Sintetis Freon dengan Musicool
·  Mengetahui perbedaan Konstruksi kemasan (tabung) dan akibatnya pada Sistim Prosedur Charging
·  Cukup teratih melakukan Konversi atau Charging Musicool
·  Memiliki pengalaman (jam terbang) bekerja dengan Musicool yang cukup

FAKTOR PENYEBAB MASIH KECILNYA PERMINTAAN MUSICOOL
1. Musicool belum dikenal masyarakat luas, baik Teknisi maupun Pemilik AC
2. Teknisi AC yang terampil menggunakan Refrigeran Hidrokarbon masih sedikit
3. Musicool tidak bisa dijual bebas kepada Bengkel/Teknisi yang belum paham menangani Refrigeran Hidrokarbon
4. Masih adanya kegagalan dalam pengisian Refrigeran Hidrokarbon, baik Efek Refrigerasi maupun kerusakan pada Mesin AC, karena Teknisi yang belum paham/trampil.

FAKTOR PENYEBAB MUSICOOL BELUM DIKENAL LUAS
1.     Kegiatan Sosialisasi dan Promosi masih terbatas
2.     Kegiatan Sosialisasi dan Promosi hanya dilakukan oleh Pertamina dengan frekuensi dan cakupan yang terbatas


CONTOH KASUS

GEDUNG PERTOKOAN – MANGGA DUA MALL, JAKARTA

PENGHEMATAN LISTRIK SETELAH PENGGANTIAN

DENGAN MUSICOOL MC-22


1. Merk – Model : Carrier – 30 GT – 390B – 900
2. Jenis : Chiller
3. Kapasitas : 180 TR (eq. 216 PK)
4. Hasil Penggantian :
SEBELUM PENGGANTIAN
( R – 22 )
SESUDAH PENGGANTIAN
( MC – 22 )
ARUS (Amp )
R
S
T
R
S
T
Kompresor A1
Kompresor A2
Kompresor A3
Kompresor B1
Kompresor B2
Kompresor B3
57,7
57,7
58,9
56,9
57,1
57,5
61,8
61,9
61,8
61,4
61,1
60,3
62,6
61,9
62,9
61,4
61,2
60,2
44,2
44,0
45,9
46,8
46,8
46,4
47,4
48,2
48,2
49,9
49,7
49,9
47,0
47,2
47,6
49,6
49,7
49,2
Rata-rata
361,4
285,9
Suhu Udara Dingin
12 º C
11 º C
Penghematan Listrik Rata-rata
48,8 KW ( 21% )

5. Penghematan Biaya Listrik :
- Lama Pemakaian Rata-rata per hari    : 14 jam
- Lama Pemakaian per bulan               : 420 jam
- TDL Rata-rata (WBP & LWBP)           : Rp. 550,- per KWH

- Penghematan Biaya Listrik per bulan   : 420 x 48,8 x Rp. 550,- = Rp.11.272.800,-