Rabu, 25 Maret 2020

Gerbang Logika pada Programmable Logic Controller (PLC)

Gerbang Logika pada Programmable Logic Controller (PLC)

Untuk menggambar ladder ada beberapa hal yang menjadi acuan dasar, di antaranya adalah sebagai berikut:
  1. Pada diagram ladder, garis vertikal sebelah kiri bisa kita analogikan sebagai sisi positif dari sumber tegangan, sedangkan garis vertikal sebelah kanan adalah sisi negative dari sumber tegangan. Arus listrik akan mengalir dari kiri ke kanan melalui rangkaian logika pada setiap baris.
  2. Setiap baris mewakili satu rangkaian logika proses control.
  3. Cara membaca diagram ini adalah dari kiri ke kanan dan dari atas ke bawah.
  4. Saat PLC diaktifkan, proses scanning berkerja pada semua baris program sampai selesai. Dimulai dari kiri ke kanan baris paling atas, lalu turun ke baris di bawahnya kemudian dilanjutkan dari kiri ke kanan seterusnya hingga ujung kanan baris terbawah. Proses ini sering disebut dengan cycle dan waktu yang diperlukan untuk 1 kali proses adalah cycle time atau scan time.
  5. Setiap baris umumnya harus dimulai dengan input dan diakhiri setidaknya oleh 1 buah output. Seperti yang sudah kita bahasa pada artikel – artikel sebelumnya, input yang akan memberi perintah pada PLC melalui kontak, sedangkan output memberi perintah/mengendalikan perangkat yang dihubungkan pada PLC.
  6. Input dan output diidentifikasi berdasarkan alamatnya, setiap penamaan alamat tergantung dari produsen PLC. Alamat ini yang akan digunakan sebagai penyimpanan kondisi pada memori PLC.
  7. Beberapa kontak dapat muncul lebih dari satu kali pada baris – baris berbeda, mereka akan aktif secara bersamaan jika memiliki alamat yang sama. Tetapi tidak demikian dengan output atau relay yang disebelah kiri. Mereka hanya boleh ditulis 1 kali.
Sebelum menggambar leadder diagram maka perlu kita pahami sebagai berikut  penalaranya

Gambar (a) sebelah kiri menunjukkan rangkaian untuk menyalakan atau mematikan sebuah motor listrik. Kita dapat menggambar ulang rangkaian pada gambar kiri ini dengan cara yang berbeda, yaitu menggunakan dua garis vertikal untuk mewakili rel daya input dan menambahkan kontak dan relay di antara mereka. Gambar (b) sebelah kanan menunjukkan hasilnya. Kedua sirkuit memiliki saklar seri dengan relay yang akan mengkatifkan motor saat saklar ditutup





Sebagai contoh kalimat dalam kehidupan sehari-hari yang sering kita dengar :
– Bila Tony ATAU Anton ingin bermain bola basket maka saya akan bermain juga.
– Saat ini pukul 6 DAN saya tidak lapar maka saya akan tetap bermain.
– Bila Bapak mencari saya DAN menyuruh saya masuk rumah atau langit gelap maka saya berhenti bermain.
Keputusan yang mudah jika anda adalah anak berumur 10 tahun. Jika diperhatikan semua pernyataan tersebut melibatkan perbandingan DAN, ATAU dan TIDAK. Sekarang, kita dapat membuat kalimat yang lebih rumit, namun yang akan kita lakukan adalah membangun kotak logika sederhana.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar